Adel baru saja sampai di kampus, ia memasuki kelas dan mengambil duduk di salah satu bangku. Ia termenung menatap sekeliling ruangan kelas yang ramai dengan mahasiswi yang tidak ada yang ia kenali. ‘Rasanya sepi dan asing sekali tanpa ada teman-teman .’ Batin Adel. “Kak Adelia?” seruan itu membuat Adel menoleh dan melihat seorang gadis berbadan gemuk menyapanya. “Emm Hai,” sapa Adel karena tidak mengenali gadis itu. “Gue Elma teman sekelasnya Desi saat itu,” seru gadis itu. “Oh iya, gue sempat lupa,” kekeh Adel. Ya, ingatan Adel memang buruk apalagi setelah mengalami sakit yang cukup parah. “Apa gue boleh duduk di sini?” seru Elma. “Ya, silahkan. Kebetulan sekali gue sedang taka da teman,” seru Adel. Mereka berdua pun mulai mengobrol banyak hal. Sampai seorang pria datang mengham

