Rani baru saja datang ke rumah Desi dan Bara. “Assalamu’alaikum...” “Wa’alaikumsalam, Mama...” Desi begitu bahagia melihat kedatangan sang Ibu. “Mana Arleta, cucu Mama,” seru Rani sangat bahagia. “Ada di dalam, ayo masuk.” Desi membawa masuk Rani ke ruang keluarga dimana Bara tengah menggendong putrinya. “Ma,” seru Bara mencium punggung tangan Rani. “Cucu yang cantik,” seru Rani mengambil alih Arleta yang baru berusia 6 bulan dari tangan Bara. “Hallo anak cantik, Nenek datang lagi buat jenguk,” seru Rani membuat Arleta tersenyum senang seakan bahagia melihat wajah neneknya. Rani hampir setiap hari datang ke rumah Desi, ia merasa sangat kesepian di rumah besar itu yang kini di tinggali olehnya sendiri. Fram tidak pernah kembali pulang ke rumah setelah satu tahun berlalu. Desi s

