“Kak Adel....!” Desi yang baru datang bersama Bara dan anaknya langsung memeluk tubuh Adel. “Syukurlah Kakak sudah sembuh.” Adel tersenyum dan mengusap punggung Desi. “Iya Des, alhamdulillah.” Desi melepaskan pelukannya dan kini Bara mendekati Adel. “Syukurlah kamu sudah sehat kembali, Del.” Seru Bara tersenyum penuh ketulusan. “Terima kasih, Bar.” Adel mampu melihat kalau tatapan Bara padanya kini telah berubah. Mungkin kehadiran putri kecil Arleta mampu menguatkan perasaan Desi dan juga Bara. “Mana keponakan cantiknya, Aunty?” seru Adel berjalan mendekati stroller dan melihat sosok bayi cantik yang terlelap. “Lucu banget,” seru Adel merasa sangat gemas. “Endut juga, duh ini pipinya.” Adel merasa senang dan gemas sendiri. “Ayo Ka cepet-cepet nikah, biar punya baby lucu. Jadi Ar

