Saya terima nikahnya Inggrid Natapradja ......
Ya, kalimat tersebut di sebutkan dengan lantang oleh Dante dengan penuh keyakinan sambil berjabat tangan dengan Hendra Natapradja, yang kini sudah sah menjadi ayah mertuanya. Gadis kecil yang terlihat cantik dengan balutan dress berwarna broken white juga sudah resmi menjadi adik iparnya. Adik ipar perempuan sepertinya bukan hal yang buruk, apalagi sikapnya manis dan sopan terbalik dengan adiknya, Donny. Mungkin ia juga akan menghadiahkan beberapa bingkisan kecil untuk adik kecilnya yang satu ini.
Wanita yang sudah resmi menjadi istrinya kini juga terlihat cantik, bahkan paling cantik. Balutan gaun pernikahan berwarna putih, sanggul dengan beberapa jumput rambut terlepas dari sanggulannya, dan make up yang tidak berlebihan membuat Inggrid malam ini tampil cantik. Suasana serba putih sesuai kesepakatannya dengan Inggrid menambah suasana romantis dan mewah di malam pernikahannya. Harus ia akui, Inggrid cantik jika sedikit di poles dengan make up.
"Gue gak sangka istri lu secantik ini" Roy, salah satu sahabatnya mengepalnya tangannya dan meninju ringan ke bahu Dante. "Ternyata yang bokap lu pilihin tidak seburuk yang gue bayangkan" tambah Roy. "Ngomong-ngomong lu nanti malam ...." sengaja Roy menggantungkan kata-katanya tersebut. "Apa nanti malam lu apa hah?" balas Dante. "Ah kamu pasti tahu apa yang aku maksud kan" Roy menyikut Dante. "Apalagi resepsi lu ini kan di hotel, nggakmungkin lah di ganggu oleh orang tua lu, mertua lu bahkan adik luyang usil itu" Roy semakin menjadi. "Tutup mulut atau gue tinju kepala lu pake es batu itu" Dante menunjuk es batu dengan ukiran I & D di tengah-tengah meja buah.
Tanpa mereka sadari, Inggrid yang berada tidak jauh darinya bergidik ngeri. Jangan bilang nanti malam Dante .... OK FIX AKU GAK TENANG!!!
Resepsi pernikahan telah usai. Beberapa kerabat sudah ada yang pulang, dan anggota keluarga inti sudah kembali ke kamar masing-masing. "Inggrid, good luck ya untuk nanti malam" kata-kata tersebut terus terngiang dalam benaknya. Ah! bisa gila jadinya jika ia memikirkan hal tersebut. Saking gugupnya, Inggrid memilih untuk pamit pada Dante untuk lebih dulu tidur dengan alasan kelelahan. Ia pun sempat menangkap nada ledekan dari beberapa teman-teman suaminya yang berada di sekitar Dante saat ia pemit. "Yah, istrimu kecapekan tuh, gimana kamu mau melancarkan aksi?" kira-kira begitu.
Pelan-pelan Inggrid melepaskan atribut resepsi pernikahannya, melepaskan gaun pernikahannya dan menggantinya dengan bath robe dari hotel. Ia mengambil setelan piyama berwarna biru muda dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Inggrid mengguyur tubuhnya dengan air hangat dari shower. Ia juga keramas untuk menghilangkan sisa-sisa hairspray yang di semprotkan pada rambutnya agar tetap kaku. Selesai mandi, ia keluar dengan menggunakan piyama dengan rambut yang di lilit dengan handuk dan mendapati Dante yang sudah berada di dalam kamar. Ia salah tingkah dan kaget. Heh! Dia suamimu, wajar dia ada di sini! Inggrid menggertak dirinya sendiri.
"Kamu sudah mandi?" tanya Dante basa-basi. Inggrid mengangguk dan melepaskan lilitan handuknya di kepala. Ia mengambil hair dryer yang ada di dalam tasnya. "Aku mau mandi dulu ya" Dante melepaskan jas hitam yang ia kenakan dan dasi yang melilit di lehernya. "Kamu pakai baju yang mana untuk tidur?" tanya Inggrid dengan handuk masih menggantung pada lehernya. "Aku pakai kaos biasa sama celana panjang yang buat tidur, kalo kamu mau siapin, buka aja tasku" Dante menarik handuk dari sebuah gantungan handuk di depan kamar mandi. Dengan sigap Inggrid membuka tas yang berisi baju-baju Dante. Ia mengambil satu kaus oblong yang tipis, underwear milik suaminya dan celana panjang yang juga longgar namun tipis. Lalu meletakkan pakaian ganti Dante di ujung tempat tidur mereka.
Inggrid akhirnya bisa memegang kembali ponselnya yang seharian ini ia simpan di dalam tasnya. Pasti sudah ada tumpukkan pesan yang tidak ia baca. Setelah ia buka, isinya adalah ucapan selamat atas pernikahannya yang membanjiri isi chat. Namun semakin ia scroll down ke bawah, teman-temannya justru menggodanya tentang malam pertama. Arrghh! Ia yang tadinya tidak kepikiran hal tersebut setelah mandi kini harus gigit jari dan was-was kala saja Dante benar-benar menerkamnya malam ini. Ia langsung menaruh ponselnya di atas meja nakas dan berusaha berpikir jernih.
Suara pintu dari kamar mandi membuyarkan lamunan Inggrid. "Kamu sudah selesai mandi?" tanya Inggrid. "Menurut kamu?" tanya Dante. Inggrid hanya meringis. Ya jelas dia sudah mandilah! "Hehehe maaf" Inggrid tersenyum terpaksa. "Kamu kenapa belum tidur?" tanya Dante yang kemudian duduk di ranjang mereka tanpa di persilahkan. Inggrid kontan bergerak menjauhi Dante. "Kamu kenapa mundur gitu?" tanya Dante yang masih menyeka rambutnya yang basah. Inggrid jadi salah tingkah. "Kenapa? Kamu gugup ya?" Dante bertanya usil dan melemparkan senyuman menggoda bin tampannya. Aduh kan! Beneran. "Ehh ng-ng-nggak kok" Inggrid tergagap menutupi kegugupannya. "Udah ah aku mau tidur dulu" Inggrid merosot dan menarik selimut tebal nan lembut untuk menutupi dirinya dan berbalik badan lalu mematikan lampu nakasnya.
"Kok kamu langsung tidur sih? Gak mau ......" Dante iseng menggantungkan kata-katanya. "Aku capek" balas Inggrid cepat. "Ini kan malam pertama kita" Dante menggoda istrinya yang pura-pura tidur. Dengan reflek ia mengelus rambut Inggrid. Sontak Inggrid langsung bangun dan menatap ke arah Dante. "Ini pembatas kita! Kamu kanan, aku kiri!" Inggrid mengambil guling dan meletakkan di antara mereka. "Nggak mau!" Dante menyingkirkan guling tersebut. "Ih! Jangan harap ya aku mau berbuat lebih sama kamu!" Inggrid melotot. Bukannya taku, Dante justru semakin menjadi. "Aku gak peduli apapun alasan kita menikah, kamu istriku, dan aku suamimu. Wajar dong aku mau?" tanya Dante menantang. "Hiih!" Inggrid langsung merosot kembali masuk ke dalam selimut dan membiarkan Dante.
Melihat istrinya cemberut seperti itu, Dante tersenyum puas. "Aku juga sebenarnya gak mau melakukan itu sekarang, aku cuman mau iseng godain kamu aja sih, dan lagi aku juga capek tahu bukan cuman kamu hihihihi"