bc

IBU SUSUKU SALAH MASUK KAMAR

book_age18+
2.5K
IKUTI
20.3K
BACA
contract marriage
family
HE
friends to lovers
mafia
heir/heiress
blue collar
drama
sweet
bxg
lighthearted
bold
brilliant
city
office/work place
childhood crush
love at the first sight
addiction
like
intro-logo
Uraian

Brak.....

"Astaga.... maaf tuan, aku nggak sengaja. Maaf aku salah masuk kamar!"

Florence ngacir dari depan kamar sang tuan dengan wajah yang memerah apalagi melihat adegan dan melihat sesuatu di dalam sana yang tak seharusnya dia lihat.

"Ya ampun, mataku ternodai!"

Sedangkan di dalam kamar itu, Hugo sudah mengusir wanita yang bersamanya tadi untuk pergi dari rumahnya. Mood Hugo sudah hilang karena kepergok oleh Florence.

"Berengsek.... Malah pusing kepalaku!"

IG : Sangkarachan

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1
"Aduh, ini kemana lagi sih tuan muda Julian!" Florence terus mencari tuan mudanya yang sejak tadi menghilang. Di kamarnya juga tak ada, di cari ke penjuru rumah pun tak ada. Florence yang baru saja bekerja selama tiga bulan di mansion itu terus menerus berjalan dengan mulut yang terus komat kamit. "Ayolah Florence, tuan muda Julian tak mungkin jauh, dia bahkan belum bisa bicara. Nggak mungkin kan dia pergi dari mansion!" Tanpa Florence sadari langkahnya menuju sebuah kamar utama. Dimana dia tak memperhatikan terlebih dahulu kamar siapa yang akan dia tuju. Brak.... "Kyaaaa....." Blam.... Florence kembali menutup pintu itu dengan keras sambil memegangi dadanya yang sedang berdegup kencang. "Ya Tuhan apa itu tadi! Mataku ternodai, astaga. Mati aku, mati Flo!!" "Tuan, maafkan aku, tadi aku tak sengaja!" teriak Florence. Setelahnya, Florence pergi dari sana dengan langkah seribu. Dia terus memukul kepalanya karena kecerobohan yang baru saja dia lakukan. Sementara itu, Hugo yang ada di dalam kamar pun mengumpat kasar. "Sial!!!" Hugo bahkan sudah mendorong keras wanita yang sejak tadi berada di atasnya. Aktifitas panasnya terhenti karena ulah Florence yang tak sengaja. "Hugo .... apa apaan ini!" teriak wanita itu. "CK, Sofia, pergilah, aku sudah tak minat!!" jawab Hugo dingin. Sofia menggeram kesal. Dia memunguti bajunya yang berceceran di lantai kamar itu, memakainya, lalu pergi dari sana dengan perasaan tak karuan. Baru saja dia ingin pelepasan tapi terganggu oleh ulah Florence. Sofia memilih pergi setelah Hugo mentransfer sejumlah uang kepadanya. Dia tak bisa protes atau kepalanya akan melayang di tangan Hugo. Hugo sendiri sudah menjambak rambutnya kasar. "Berengsek, kenapa dia bisa masuk ke kamar. Perasaan, aku tadi sudah menguncinya!" gumam Hugo. Benda di bawah sana kembali berkedut ingin di puaskan dan itu membuat kepala Hugo berdenyut nyeri. "Sialan, pusing kan jadinya!" Terpaksa Hugo bangun dari ranjang itu dan pergi ke kamar mandi. Dia bermain solo disana menyalurkan semua hasrat yang tadi belum sempat keluar. * Sementara itu, Florence yang sudah menemukan Julian bisa bernapas lega. "Ih, Oma, aku cari kemana mana ternyata tuan muda disini!" Mariam, terkekeh melihat wajah Florence yang di tekuk. Dia memang mengambil Julian dari kamarnya saat Florence berada di kamar mandi. Niat Mariam hanya ingin memeriksa cucunya itu tapi saat dia sampai di kamar Julian, dia melihat cucu mungilnya itu terbangun. Sedangkan Florence ada di kamar mandi. "Nggak sengaja tadi aku bawa, lagian kan kamu nya tadi di kamar mandi." Florence memeluk Mariam sekilas, lalu melihat Julian yang sedang menghisap jempolnya sendiri. "Pasti lapar, ayo ikut. Kita minum s**u dulu." Mariam tersenyum lembut, dia membiarkan Florence membawa Julian masuk karena memang Julian waktunya minum s**u. Florence sudah masuk ke kamar Julian. Dan Mariam ada di ruang tengah. Bertepatan dengan itu Hugo turun ke lantai bawah. Mariam bukan tak tahu kelakuan Hugo seperti apa tapi dia memilih membiarkan nya. "Wanita mana lagi yang kamu bawa Hugo? Apa kamu tak lelah seperti itu terus!" tegur Mariam kesal. Hugo hanya diam tak ingin menjawab. "Dimana Julian?" "Di kamar!" Setelah mendapatkan jawaban dari Mamanya, Hugo memilih melangkahkan kakinya ke kamar Julian. Ceklek ..... Tubuh Hugo membeku di ambang pintu, sementara Florence belum sadar ketika Hugo terus memperhatikannya yang sedang memberi Asi pada Julian. Glek..... Tanpa sadar, Hugo meneguk ludahnya kasar. Dan sialnya juniornya kembali berdiri tegak. Sial, masak mandi air dingin lagi? Blam.... Hugo menutup pintu itu dengan keras dan pergi dengan cepat untuk kembali ke kamarnya. Florence yang terkejut dengan suara pintu pun menoleh. "Tadi ada yang buka pintu ya?" gumam Florence lirih. Tapi tak ada siapa siapa di depan pintu. Mariam sendiri menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hugo yang aneh. "Dia kenapa, aneh banget!" # Florence gadis yatim piatu yang awalnya bekerja di rumah sakit besar di kota itu memutuskan menerima tawaran dari Mariam sebagai ibu s**u Julian. Awalnya Florence ragu tapi karena bayaran yang di tawarkan besar akhirnya Florence menyanggupinya. Florence kelebihan hormon, dan selama ini Asinya berlimpah dan dia donorkan ke panti yang punya beberapa bayi. Dia sendiri juga bingung kenapa hormon Asinya berlebih. Awalnya dia tak paham tapi salah satu temannya menyarankannya untuk menjadi pendonor asi. Dan pertemuan dengan Julian itu pun tak di sengaja. Julian yang masih berusia dua bulan sedang sakit dan semua s**u ataupun donor asi tak ada yang bisa masuk ke perut Julian. Akhirnya Florence memberanikan diri untuk mencoba dan ajaibnya Julian tak kenapa napa. Julian bukan putra Hugo, tapi dia putra dari mendiang kakak laki lakinya yang baru saja meninggal akibat kecelakaan. Dan parahnya ibunya Julian tak mau merawat Julian dan pergi meninggalkannya. Itu juga salah satu alasan Florence mau menerima permintaan Mariam. Hugo yang awalnya tak setuju akhirnya mengikuti kemauan Mariam menerima Florence dan berakhirlah sampai sekarang. Florence sendiri dekat dengan Mariam yang baik kepadanya layaknya seorang ibu baginya. # Hugo, CEO muda yang terkenal dengan sifat Casanova nya. Entah sejak kapan dia menjadi seperti itu. Yang jelas setiap kali dia stres dia selalu memanggil perempuan dan membelinya. Pakai pengaman tentu saja, dan satu lagi syarat yang harus di penuhi. Tak ada ciuman di antara mereka. Hugo akan langsung di puaskan dengan wanita itu yang melakukan pemanasan sendiri. Terkesan kejam, tapi para wanita itu menikmatinya asal mereka bisa tidur dengan Hugo. # Malam hari nya.... Julian sudah tertidur pulas di kamarnya. Dan entah kenapa Florence pun merasa dia kelaparan malam ini. Dia yang masih mengenakan pakaian tidurnya berkeliaran di dapur untuk membuat makanan. Naasnya, Hugo pun terbangun tengah malam itu karena haus dan botol si kamarnya juga habis. Dia turun ke bawah dan matanya membelalak saat melihat pakaian Florence yang begitu tipis. Terlihat jelas dalaman yang di pakai Florence saat ini dan entah kenapa Hugo malah menikmatinya. Dia tak pergi dari sana dan terus memperhatikan apa yang Florence lakukan. "Kenapa dia berkeliaran dengan pakaian seperti itu? Kalau ada yang lain lihat gimana?" gumam Hugo pelan. Florence sendiri yang tak sadar masih melanjutkan membuat makanan. Dan setelah selesai dia memilih membawa makanan itu kembali ke kamar Julian. Ya, selama ini dia tidur dengan Julian karena Mariam tak ingin memakai baby sitter yang lain. Florence sudah sangat telaten mengurus Julian selama tiga bulan ini meskipun umurnya masih beranjak dewasa. "Kalau aku terus melihatnya seperti ini, aku bisa gila, bisa masuk angin terus lama-lama!!" to be continued

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
64.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook