Alexis yang baru selesai mengerjakan apa yang harus di kerjakan pun menyusul Julian ke depan. Alexis melongo sekaligus bingung. Sedetik kemudian, Alexis menepuk pelan keningnya saat dia mengingat sesuatu. "Astaga, pasti ulah Valentine." Julian menghela napas panjang, kadang dia kesal dengan tingkah adik perempuan nya itu yang terkadang di luar nalar. "Semua sudah di bayar nona, tuan." Akhirnya mau tak mau, Julian dan Alexis mengijinkan para kurir itu membawanya masuk. Tapi tak semuanya, hanya beberapa makanan yang akan mereka makan. Dan sisanya, mereka meminta para kurir itu untuk membagikannya ke bagian keamanan dan juga untuk para kurir itu sendiri. Ada juga yang meminta ijin untuk di bawa pulang di berikan kepada keluarganya karena semua makanan itu makanan mahal. Keluarga mere

