Pergi

1522 Kata

Zaldi menghela nafas. Ia menunduk malu enggan menatap Alea lagi. "Tanpa sadar aku ngelakuin hal lebih sama dia. Aku di kasih obat perangsang, Lea. Aku minta maaf, kejadiannya cepet banget. Aku bener-bener malu." Sementara wanita di depannya hanya mengernyit kebingungan. "Emang kakak malu kenapa?" tanya Alea. Gemas dengan istrinya, Zaldi jadi meringis sendiri dengan dirinya. "Aku nyium orang yang bukan muhrim aku! Aku b********h dengan orang yang bukan muhrim aku! Aku malu sama Allah, malu sama kamu Lea! Aku ngerasa bener-bener hina!" Lea kembali terkesiap ketika mendengarnya. Hatinya sepeti hancur berkeping-keping mendengarnya. Zaldi menangis. Ia merasa malu dengan apa yang telah ia lakukan, walau tidak sengaja, tapi ini benar-benar menjatuhkan harga dirinya. Jangankan untuk mencerit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN