Sedih

1352 Kata

Ini adalah hari ketiga pasca Faiq meninggal. Dan Alea masih tetap murung kadang ketika ia diam, ia menangis sendiri. Zaldi hanya bisa menenangkan dan memberi motivasi untuk Alea, agat gadis itu bisa tegar. "Alea.. Makan yuk, sayang," Zaldi mengusap bahu Alea. Gadis itu tengah duduk di depan meja dan menatap laptop yang tengah menampilkan laman google artikel untuk tugas kuliahnya. Ia tidak masuk kuliah dan ia hanya menyelesaikan tugas kuliahnya yang diberi tahu di grup kelasnya. "Nggak laper, mas," Zaldi menghela nafas. Sedari siang, Alea tidak mau makan dan ia sangat irit berbicara. Dan tentu saja itu membuat Zaldi khawatir. "Alea, kamu belum makan siang. Kamu harus makan malam," Alea tetap menggeleng. Ia malah menunduk seraya memainkan kuku-kuku jarinya. "Alea.. Ayo, sayang. Kita mak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN