Pagi-pagi sekali Alea sudah rapih dengan hijab pashmina serta baju dusty pink yang cocok dengan kulit pucatnya. Sejak jam empat pagi Alea sudah bangun, sholat, mengaji, dan menyiapkan sarapan untuk Zaldi. Setelah selesai memakai kaus kaki polosnya. Alea berniat segera keluar dari kamar. Tapi, tangan Zaldi menahannya. "Tunggu aku, Sayang." Alea menunduk menatap kaus kakinya. Zaldi baru mengenakan celana bahan warna hitam dan kemeja putih lengan panjang. Tangan yang tadi menahan Alea kini naik untuk mengusap kepalanya. "Sayang, aku tau aku salah. Maafin aku." karena tak mendapat jawaban dari istrinya, segera ia menarik Alea dan memeluknya lembut. "Maafin aku, Alea.Kalo kamu butuh apa-apa bilang sama aku. Jangan diem gini," kata Zaldi karena tak tahan diabaikan oleh Alea. "Kak Zaldi

