Alea berlari-lari mengejar Irzan yang sudah mengambil potongan pizza terakhir jatahnya. Bukan karena tidak sanggup untuk membeli lagi, namun, pizza itu sangat spesial dari Ayahnya. "Bang Irzan! Lea gak ikhlas!" teriaknya seraya melempar sendal, "Balikin nggak!" "Aduh! Hahaha. Kejar doong, Lea. Kan Abang nggak kenceng larinya," seru Irzan dari depan. Alea duduk di kursi dengan kekesalan yang masih utuh, menekuk bergerak dengan bibir maju yang terlihat menggemaskan. Irzan tertawa bahagia. Baginya, meledek Alea adalah sebuah hiburan dan kesenangan khusus untuk seorang Irzan. "Kamu ini! Gampang banget marah, Lea! Nih, Abang balikin deh. Kan seorang Irzan Faiq Ronazy itu baik, tidak sombong, jika tidak rajin menabung." Irzan duduk di sebelah Alea seraya menyerahkan potongan pizza pada Alea

