Memori

1703 Kata

Sebuah usapan kecil di pipinya mampu membuat Zaldi terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia membuka mata perlahan, tangan Alea sedang mengusap-usap pipinya. Namun, mata gadis itu terpejam. "Kak Zaldi jangan pernah tinggalin Lea. Lea janji bakal setia sama kakak apapun yang terjadi. Semoga Allah tetap meridhoi," gumam Alea pelan. Sepertinya ia mengigau. Zaldi terkekeh sendiri mendengarnya. Ia melirik jam yang menunjukkan pukul tiga dini hari. Zaldi menghela nafas sejenak, ia menurunkan tangan Alea yang ada di pipinya. Sedikit bergeser dan bangkit untuk berwudhu. Tapi, baru dua langkah menuju kamar mandi, Alea memanggilnya kencang. "Kak Zaldii!!" teriak wanita itu seraya terduduk. Kini matanya terbuka lebar dengan nafas yang terengah-engah. Zaldi langsung berbalik dan menghampiri Alea dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN