Zein dengan wajah dinginnya menatap Dion yang berada di ruang perawatan sang putra, ia menatap pria itu tajam. "Kita bicara diluar" ucap Zein dingin. "Dad" ucap Hana, ia tau betul saat ini suaminya itu tengah dalam keadaan marah. "Diam kamu dan jangan keluar" ucap Zein tajam dan membuat Hana terdiam. Zein dan Dion baru saja keluar dari ruang perawatan Al, Zein yang kesal kemudian dengan cepat mencengkram kemeja yang dikenakan Dion tersebut. "Brengsek... beraninya kamu berkata seperti itu pada istriku, apa maksudmu hahh" geram Zein marah. "Maaf pak, saya hanya mengatakan apa yang tengah saya rasakan, saya memang belum bisa berpaling dari istri pak Zein" ucap Dion dengan jujur. "Pergi kamu dari sini, dan jangan pernah muncul lagi dihadapan istriku, dan ingat hubungan kita hanya sebeta

