Natan menatap Qiara sambil tersenyum, membuat Qiara merasa tidak nyaman karena tatapan Natan seolah sedang meledek dirinya. Qiara membalas tatapan Natan seolah bertanya, namun ia tidak mendapat jawaban apapun. 'Apa yang salah pada diriku? Kenapa pria menyebalkan ini menatapku seolah ada yang salah? Dan lagi, kenapa tatapannya seolah ingin memangsaku? Ya Allah, kenapa aku jadi suudzon begini? Istighfar Qia, ingat tidak boleh suudzon. Lebih baik bertanya untuk mengetahui daripada menduga-duga yang tidak-tidak' batin Qiara sambil menutup matanya. "Kamu kenapa liatin aku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan diriku?" tanya Qiara. "Aku pikir kamu mengerti maksud tatapanku, ternyata kau tidak sepeka itu" jawab Natan. "Maksudnya? Maaf aku tidak mengerti, aku paling tidak suka main tebak-t

