Dua puluh sembilan

1143 Kata

"Rendra, apa-apaan sih? Nyetir pelan-pelan dong, jangan rem mendadak begini. Dalam sehari, aku nyungsep dua kali karena ulang kedua sahabatku yang konyol. Pertama karena Natan yang pikirannya entah ke mana yang akhirnya menabrak wanita sialan itu, sekarang pikiran kamu yang entah ke mana, dan entah siapa lagi yang kamu tabrak kali ini" ucap Dirgo yang kembali mengungkit pembahasan sebelumnya. Tiba-tiba Dirgo tersadar akan ucapannya, dan kembali bergidik ngeri mengingat kata kantor polisi yang keluar dari bibir manis Adelia. Begitu juga dengan Rendra yang kembali merasa jantungnya berdetak tak karuan, kini konsentrasinya benar-benar buyar. Sementara Natan, mencoba untuk tetap tenang meski ia juga merasa sedikig panik dan jatungnya berdetak tak beraturan. "Menyingkirlah dari sini pria m***

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN