Dua puluh dua

993 Kata

Dengan emosi yang berapi-api, Adelia mendekati Natan dan teman-temannya. Tak dapat ia melupakan malam itu, malam yang ia harapkan tak pernah terjadi dalam hidupnya. "Adel, kau kenal dengan mereka?" tanya Qiara. "Bagaimana mungkin aku tidak mengenal mereka? Para pria mesuk yang berani menggoda ku, bahkan memelukku bak w************n. Cuih, sungguh menjijikkan. Inilah yang ingin aku ceritakan pada mu Qia, para pria b***t ini. Kau tau, dia memelukku bahkan ingin mencium ku malam itu, sungguh menjijikkan bukan?" ucap Adelia sambil menunjuk ke arah Rendra. Dengan tatapan mengintimidasi, Suherman dan Sulastri juga ikut melihat ke arah Rendra, begitu juga dengan Qiara yang tak percaya dengan apa yang baru saja sahabatnya lontarkan. "Apa maksud kamu Del? Ada apa sebenarnya?" tanya Qiara tak me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN