Delapan belas

1018 Kata

Dengan emosional Dirgo menatap tajam ke arah Natan, namun sedikitpun tidak ada ketakutan yang terpancar dari kedua bola mata pria tampan itu. Sementara Rendra, hanya terdiam tak menggubris omongan sahabatnya itu. "Ndra, kok kamu dia aja sih? Jelas-jelas Natan ingin kita berdua mati, tapi kenapa kamu dia saja dan tidak marah?" tanya Dirgo kesal. Lalu aku harus bagaimana? Aku harus marah? Memangnya kamu percaya dengan ucapan Natan?" tanya Rendra, membuat Dirgo setengah berpikir. "Kalau Natan ingin membunuh kita, maka dia harus bersiap untuk mati" lanjut Rendra membuat Dirgo semakin tak mengerti. "Maksudnya? Kau bicara apa sih Ndra? Kok gak nyambung begini?" tanya Dirgo. "Bukan aku yang tidak nyambung, tapi otak kamu yang sudah miring dan lelet, jadi sulit untuk beroperasi dan mencerna se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN