Kenyataan pahit yang baru saja terngiang di telinga Andini membuatnya kembali tak sadarkan diri dan terjatuh lunglai ke lantai. Kembali lagi Arjuna berusaha untuk menyadarkan Andini, sementara Qiara berusaha untuk menenangkan Adelia. "Kenapa harus seperti ini pa? Kenapa kita harus mengetahui semuanya setelah anak kita telah tiada? Hiks..hiks" ucap Andini setelah sadarkan diri. "Kita tidak bisa berbuat banyak ma, semua sudah di suratkan, kita hanya menjalaninya" Jawab Arjuna. "Tapi anak kita pa, anak kita, hiks..hiks" tak henti-hentinya Andini menangis. "Aku bahkan belum menggendongnya, belum membelai rambutnya, belum mengelus pipinya, dan aku bahkan belum pernah melihat anak yang aku lahirkan pa, hiks..hiks" lanjut Andini. 'Sesakit inikah yang di alami oleh Alea tanpa kami? Sementara k

