“Jam segini, kamu baru pulang? nggak biasanya sampai siang begini?” Namanya Hana, seorang wanita paruh baya mempertanyaankan kehadiran putranya yang baru muncul tepat di jam makan siang. Biru memang sering pulang lewat tengah malam bahkan subuh, tapi belum pernah sampai hari berganti bahkan sampai siang seperti ini. Lelaki itu menghela napas pelan, jika dijelaskan akan terlalu rumit tentunya. “Ada sesuatu yang harus aku urus, Ma.” Biru bahkan belum mandi, sekitar jam sembilan pagi, lelaki itu keluar dari hotel dengan perasaan berkecamuk setelah melewati perdebatan hebat dengan dosennya. Aneh dan pelik, karena kali ini perdebatan mereka bukan tentang skripsi Biru yang sering diotak-atik isinya oleh Aya. Tapi tentang malam panas mereka dan bagaimana kelanjutannya. Kalau dipikir-pikir, sebe

