File - 28

1209 Kata

Zenon terhenyak dari mimpi ketika sebuah tangan lembut menyentuh dahinya, menggurat pelipisnya dengan perlahan. Saat dia membuka mata, dia melihat sebuah tangan tengah bermain-main di wajahnya. Bola matanya menangkap sosok yang sempat singgah dalam mimpinya, mata hijau terang itu menggugah kerinduan yang lama terkubur dalam diri Zenon. "Nyna." Dia terkejut karena Nyna tiba-tiba ada di hadapannya. Sudut matanya melihat sekilas tangan mungil yang berada di genggamannya hingga dia menyadari satu hal; ini bukanlah mimpi. Di hadapannya saat ini adalah istrinya, kekasih hatinya, duanianya, jiwanya dan Nyna-nya. Kedua tangannya menyibak rambut pirang yang tergerai indah itu lalu menangkupkan kedua tangannya di pipi kemerahan itu. Sungguh, dia tidak menyangka kalau Nyna masih hidup. "Nyna." Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN