Napas Lexi terengah-engah saat Zenon melepaskan ciuman yang menuntutnya. Dahinya menempel di dahi Zenon hingga bisa merasakan deru napas Zenon membelai pori-pori kulitnya. "Aku senang kau juga mencintaiku, Lexi," ucap Zenon menyelipkan rambut Lexi ke balik daun telinga, lalu membelai lembut rambut itu dengan mata yang tak lepas menatap wajah Lexi. Dia ingin sekali merasakan kehangatan Lexi ketika berada di bawahnya, mendengarkan teriakan Lexi dan merasakan deru napas Lexi yang memburu. Dia tidak takut kalau pasangan dewa itu akan mengutuk atau bahkan membunuhnya, dia tidak peduli. Jiwanya gemuruh akan gairah yang lama terpendam. Sentuhan Lexi membangkitkan bagian dirinya yang telah lama tidur dan bibir Lexi semakin mengundangnya untuk bercinta malam ini. Bibir Zenon mulai menyentuh pi

