"Gue takut naik pesawat Kaf, gue inget kecelakaan bunda terus kalau mau naik pesawat." "Kan ada gue. Pokoknya gue mau honeymoon di Madagaskar, lihat hewan-hewan eksotis disana sama cewek paling eksotis se-Jaksel." "Huuuuu, gembel." "Hehehe, gue kok ngebayangin kulit lo kalau diicip-icip manis juga gak ya kayak coklat." "Vedevah!" Kafka terpingkal-pingkal. Entah berapa lama aku tertidur. Saat ini aku bisa mendengar suara rendah ayah yang mengobrol dengan seseorang. Suaranya parau dan rendah, suara itu tertawa, aku mengenal logat sunda yang tak hilang. Kafka. Kepalaku sakit, menyengat dan sangat. Kupaksakan membuka mata. Aku merasakan tangan kiriku seperti sakit membengkak, atau ada selang infus yang terpasang disana. Dan benar, ada selang infus. Di kasur sebelahku, ada pasien lain ya

