Dua Puluh

1136 Kata

Mas Prima : Naya, maaf mas gak bisa temani nanti sore. Tapi mas bisa jemput kamu, kabari aja balik jam berapa ya. Pesan yang kuterima pagi-pagi sekali hari ini, seketika mood-ku ambyar, rusak dan membuat semua sel-sel dalam tubuh tak b*******h. Oke kali ini gak last minute mengirimkan pemberitahuan, tetap saja batal maning - batal maning. Kuabaikan saja pesan mas Prima dan beralih ke dapur untuk membereskan sisa sahur semalam. Kudengar ada suara keponakan kembarku di depan. "Tante Naya mana 'Kek?" Suara tanya Faza pada ayah, begitu melihatku wajahnya sumringah "tanteeeeeeee." Faza berlari ke arahku. "Uuiidiihh, pagi-pagi sudah kelayapan kesini. Faza puasa enggak?" Tanyaku sembari menggendongnya. "Puasa dong, tapi nanti sahur lagi jam satu." Gadis kecil itu terkekeh. "Uuuhh enggak pua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN