Sekitar delapan ratus meter dari rumah Tanta Mardiyah, ada dua motor seperti membuntutinya. Sedayu menambah kecepatan. Tatapan fokus ke depan. Meski debar di dadanya sulit diempaskan. Sekarang dia menyesal menolak Ari mengantarnya pulang. Padahal tadi saat Gilang menelepon dan berniat menjemput, Sedayu menolak dengan alasan Ari akan mengantarnya. Namun, tentu penyesalan itu tak ada gunanya sekarang. Ia harus terbebas dari dua orang laki-laki dengan motor satria yang meraung-raung di belakang. Sepertinya mereka memang sengaja untuk menakut-nakuti. Di depan sana ada masjid. Azan Magrib baru saja berkumandang. Sedayu mengarahkan motor memasuki halaman rumah ibadah orang Islam tersebut. Selain untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba Allah, Sedayu pun berharap dua orang penguntit itu bosan m

