Serangan Alexander Sofia memejamkan mata karena sedikit mengantuk sembari rasakan pipi yang tersentuh hawa pagi. Ia mengulas syukur bekas jerawatnya kian menipis, karena rajin dioles lidah buaya. Rok hitam selutut sepadan dengan atasan merah muda. Tampilan rambut panjang kecokelatan sedikit diberi efek keriting. Tertata rapi. Jiwa feminim Sofia mulai terlihat. "Heh!" seru seseorang kagetkan Sofia. "Hei!" Sofia sedikit mundur, karena bentakan orang itu. Tak disangka ABG bercelana SMP tadi menghampiri Sofia yang tengah memejamkan mata. Hingga, hidung mereka hampir bersentuhan satu sama lain. Tatapan anak lelaki itu tajam seperti harimau yang akan menerkam kelinci. Tangan kiri Sofia dicengkeramnya. “Ah!” Sofia menjerit kecil, Sofia membeku hanya bisa mundur sedikit. Matanya mengerjap ti

