bc

NIKAH KONTRAK DENGAN CEO AROGAN

book_age18+
233
IKUTI
5.3K
BACA
contract marriage
HE
heir/heiress
sweet
bold
assistant
like
intro-logo
Uraian

Bertemu dalam kondisi yang sama-sama sedang kacau, Reinhard lantas memberikan Agatha penawaran untuk menjadi istrinya, demi membuat mantan kekasih Reinhard menyesal dan kembali ke pelukan Reinhard.

Sayang, kedekatan mereka berdua membuat Agatha akhirnya jatuh cinta dengan Reinhard. Hanya saja di dalam hati Reinhard hanya ada Delilah seorang, wanita yang merupakan cinta pertamanya.

Setelah akhirnya Reinhard mendapatkan kembali Delilah, ia yang tadinya sudah memberikan perhatian kepada Agatha berubah menjadi pria yang arogan di bawah pengaruh Delilah.

Agatha terusir dari mansion mewah Reinhard dalam keadaan hamil, hingga kecelakaan membuat Agatha harus kehilangan bayinya.

Siapa sangkah, jika pria tua yang dijodohkan oleh Agatha sebelumnya justru menolong Agatha dan mengangkatnya sebagai anak.

Agatha kembali ke kehidupan Reinhard dan Delilah. Menuntut balas atas serta membongkar semua kebusukan Delilah.

Dapatkah, Agatha membalaskan dendamnya dan dapatkah ia mengambil kembali cinta Reinhard?

chap-preview
Pratinjau gratis
BAB 1 : Mimpi Buruk Agata
Gerimis pada malam itu lumayan deras, tidak seperti gerimis biasanya. Agata gadis yang selalu ceria itu berlari menuju ke rumah peninggalan almarhum ke dua orang tuanya. Tampak dari jauh, sepupu papanya sudah menunggunya di depan pekarangan rumah. “Hai, Bibi Nona,” sapa Agata ramah dan ceria seperti biasanya. “Mana uang tips-mu hari ini, Ata? Apa kau tidak tau jika seluruh persediaan makanan kita di kulkas sudah habis?” Bibi Nona mencegah Agata di depan pintu masuk rumah, ia juga menengadahkan tangannya seperti seorang pemalak atau preman lebih tepatnya. Agata yang sudah terbiasa dengan sikap bibinya, tidak merasa sakit hati. Ia masih bisa mengulas sebuah senyuman di wajah lelahnya. “Selamat malam, Bibi. Ayo, Bi, masuklah dulu ke dalam. Kali ini bukan hanya tips yang akan aku berikan. Tapi, Agata juga dapat bonus dan tanggal gajian tadi juga dimajukan.” Agata lalu masuk ke dalam rumahnya dengan menggandeng Bibi Nona. Tapi, lagi-lagi. Tangan Agata dihempaskan begitu saja oleh bibinya. “Aku tidak butuh ramah tamah darimu, Ata! Aku butuh uangmu! Cepat berikan!” bentak Nona tida mau peduli dengan keponakannya. Beginilah hari-hari Agata, ia tidak pernah mendapat kasih sayang sejak kedua orang tuanya meninggal. Agata akhirnya menghela nafas panjang, ia mengeluarkan amplop yang berisi gaji juga bonusnya selama satu bulan. Jumlahnya tidak banyak hanya lima ratus tujuh puluh euro. Tapi lebih baik sedikit dari pada tidak sama sekali. Begitu melihat amplop coklat itu, Bibi Nona yang tidak sabar lagi menunggu, langsung merampasnya seketika itu juga. Matanya membulat saat melihat lembar berwarna hijau, lupa sudah dia jika makanan di kulkas habis. Dengan tubuhnya yang gemuk, Bibi Nona langsung keluar menuju ke supermarket berencana untuk membeli sebungkus rokok dan dua botol minuman keras. “Minggir!” Agata terdorong seketika dan terjerembab saat itu. “Nona, apa yang kau lakukan?! Sudah aku katakan tadi siang kan? Jangan buat Agata lecet sedikit pun! Kau tidak tau yang akan datang sepuluh menit lagi, kau ini selalu saja membuat segala rencanaku hampir berantakan. Agata, mandi dan berpakaian yang seksi juga dandan yang cantik!” perintah Samuel kepadanya. “Kenapa, Paman? Ada apa dan kenapa harus seksi, lalu berdandan?” Perasaan Agata tidak enak. Tidak biasanya pamannya memperdulikan dirinya sekali pun, jika bibi Nona memukulnya. Biasanya paman Samuel justru menertawakan Agata yang selalu kesakitan. Perasaan Agata semakin tidak enak saat sepupunya Talia terbahak dan langsung menarik Agata dengan kasar, lalu mendorongnya untuk masuk ke dalam kamar mandi. “Bersihkan tubuhmu, Bodoh! Jangan kebanyakan bertanya, nanti rejekimu hilang. Cepatlah tidak pakai lama. Kalau kau membantah, maka aku sendiri yang akan menggunduli kepalamu, Agata!” ancam Talia. Talia memang sepupu yang tidak tau diri, padahal Talia tau jika kebutuhannya untuk kuliah sebagian besar dibantu oleh Agata tapi setiap harinya Agata selalu mendapat perlakuan yang buruk. “Ba-baiklah, Talia. Kau tidak perlu mengancamku seperti itu.” Buru-buru Agata membersihkan dirinya, isi hatinya seolah sedang memperingatinya untuk segera pergi dari tempat itu. Tapi, Agata menepisnya dengan pikiran naifnya, bahwa yang ada dirumah itu adalah keluarganya. Sejahat apa pun, keluarganya tidak mungkin bertindak melampaui batas. Pikiran itu mendadak sirna saat Agata dipanggil untuk duduk dan berkenalan dengan Tuan Sebastian, pria Rusia, berusia enam puluh lima tahun. Pria tua itu memandang Agata dengan pandangan nafsu. Menjijikkan, sangat menjijikan. Agata masih bingung dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh paman dan bibinya, ia juga mengedarkan pandangannya mencari dimana Talia. Tapi, batang hidungnya tidak terlihat sedikit pun. “Baiklah, Agata, malam ini juga kau akan ikut dengan Tuan Sebastian ke kediamannya. Dalam satu bulan Bibi dan Paman akan mempersiapkan pernikahanmu dengan Tuan kaya raya ini. Bersikaplah yang sopan.” Nada bicara Paman Samuel memang lembut tapi terdengar sangat mengintimidasi. Agata tidak berani melawan sedikit pun, posisinya terjepit. Ia duduk diapit oleh paman dan bibinya. Bahkan berkali-kali bibinya terdengar berbisik mengancam Agata untuk selalu tersenyum dan tidak boleh menangis, atau bibinya akan memukulnya dan menggundulinya. Agata sampai menahan air mata di pelupuk matanya. Ia tidak berani sama sekali menunjukkan wajah sedihnya walau mata tidaklah pernah berbohong. “Hai, Agata. Apa kau siap menghabiskan malammu bersamaku?” Tuan Sebastian menyeringai lalu menatap tubuh Agata yang berbalut pakaian seksi milik Talia. Tangan Agata langsung otomatis menutup bagian dadanya. Tapi Bibi Nona langsung menarik turun tangan Agata dengan kasar. “Nyonya, pelan-pelan jangan menyakiti calon istriku. Oh yah aku sampai lupa. Ini, Nyonya, uang yang saya janjikan. Calon istriku masih perawan bukan?” Tuan Sebastian menahan koper berisi uang dan ingin memastikan sekali lagi perkataan Samuel tidak hanya bualan belaka. “Masih, Tuan, saya menjaminnya sendiri,” jawab Nona dengan cepat merampas koper dari tangan Tuan Sebastian yang terbahak melihat tingkah Nona. “Baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang?” Agata yang sudah memutar otaknya sejak tadi akhirnya memilih untuk mengangguk dan tersenyum. “Baiklah, Tuan, tapi ijinkan aku untuk mengambil beberapa barang pribadiku dulu yah, Tuan.” Agata memohon kepada calon suaminya itu. Untung saja Tuan Sebastian memberikan ijin dengan senang hati. Agata lalu berjalan dengan tenang menuju kedalam kamarnya. Tak pernah disangka jika di dalam kamarnyalah Talia bersembunyi dan terkikik melihat Agata. “Apa yang kau lakukan di kamarku, Talia? Aku akan memberesi barang-barangku, pergilah.” Talia si wanita muda yang licik langsung memicingkan matanya mendengar sepupunya menyusirnya begitu saja. Dia tau apa rencana Agata saat ini. Ia lantas berjalan dan memegang dagu Agata dengan keras sambil memberikan peringatan yang serius kepada Agata. “Jangan coba-coba kabur, Agata. Jika itu terjadi kau pasti akan dihabisi oleh mama papaku. Lebih baik sekarang kau bersiaplah dan angkat kakimu dari rumah ini. Aku sudah muak dengan keberadaanmu di rumah ini,” desis Talia. Cukup sudah! Agata sudah tidak tahan lagi, “Apa kau lupa ini rumahnya siapa Talia? Ini adalah rumah almarhum kedua orang tuaku. Apa kau lupa dari mana asalmu? Apa kau lupa dengan pengorbananku selama ini?” Agata sudah tidak kuat lagi menahan amarah yang tertahan selama sepuluh tahun lamanya. Hari ini adalah puncaknya. Saat ia menyadari jika pikirannya terhadap keluarganya adalah pikiran yang sangat naif. Ternyata Agata dibesarkan selama sepuluh tahun hanya untuk dijual kepada duda tua berusia enam puluh lima tahun. Sudah cukup bagi Agata, kini saatnya Agata untuk menyelamatkan dirinya dan mentalnya. “Hahahaha! Wah, mentang-mentang akan menjadi istri ke sembilan seorang jutawan. Kau sudah berani membentakku ya, Sialan! Kalau saja di depan sana tidak ada Tuan Sebastian sudah ku rusak wajahmu ini, Agata!” Tanpa pikir panjang Agata langsung mendorong Talia dan berlari melewati jendelanya secepat mungkin. Ia berlari dan berlari tanpa memperdulikan keributan di belakangnya. Seolah Tuhan memang sedang menolongnya ada sebuah taksi yang lewat dihadapannya berhenti, ketika Agata melambaikan tangannya. “The Central Tecnology Company, Pak,” ucap Agata sambil terisak. Ia menangis sesenggukan tanpa suara di dalam taksi. Hanya gedung ini satu-satunya tempat yang ada di dalam pikirannya saat dirinya kalut. Ia lupa memakai jaket, untung saja tadi kamar, Agata sempat meraih tasnya. Ada beberapa lembar uang hasil tips dari para pegawai yang prihatin kepada Agata dan ia gunakan untuk membayar taksi. Agata lalu menaiki lift dan berlari menuju ke roof top. “Lebih baik aku bersembunyi di sini saja, dari pada aku harus menikah dengan pria peyot seperti itu. Besok saat masuk jam kantor, aku akan meminta tolong kepada bosku,” pikir Agata. Ia lalu keluar dari lift dan menaiki satu tangga lagi. Agata menatap drum besar penampungan air di atas roof top tersebut. Di sanalah, ia duduk dan berlindung di bawah drum tersebut sambil meringkuk kedinginan. Hingga ia tidur dan sesekali gemetaran karena udara malam yang dingin dibarengi dengan hujan angin. Mendengar suara gertakan gigi Agatha, seorang pria yang sedang minum wine malam itu, lantas menoleh kearah suara tersebut. Ia berjalan dan mendekati tubuh Agatha yang pucat, ia pegang kepala Agatha yang terasa panas dan melihat pakaian Agatha yang sangat mini. “Apa yang dilakukan oleh wanita ini. Bagaimana kalau dia mati di sini. Aku tidak mau menghadapi para wartawan. Hei, Bodoh! Bangun dan Pergilah!” usir pria tersebut sambil mengguncang tubuh Agatha. “Apa kau tuli?! Bangun!”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
199.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
71.3K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook