Melihat wajah Wilbert yang benar-benar seperti tidak paham akan situasi ini, membuat Reinhard harus menyesuaikan sikapnya dengan keadaan sekitar. “Baiklah, mari kita mulai rapat persentasi kita hari ini,” jawab Reinhard. “Good,” Bagai tenggelam dalam gulungan ombak tsunami yang mematikan! Begitulah jiwa Reinhard saat ia melihat wanita yang paling dirindukannya melangkah masuk ke dalam ruangan meeting dan diperkenalkan sebagai tunangan dari rekan barunya. Wanita itu telah menjadi tunangan orang lain dan kini dia tengah berdiri serta berbicara dengan anggun dan tegas. Fisik wanita tersebut memang Agata Wilona mantan istrinya dalam bentuk kemasan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. seribu kali lebih cantik, wajahnya semakin dewasa membuat Reinhard harus berusaha keras menahan gel

