“Nyonya, bisakah saya meminta ijin untuk bertemu dengan Nona Liza?” tanya Shem sembari mengeluarkan sebuah kotak yang sudah dibungkus kado. “Apa itu?” tanya Agata curiga. “Nyonya, ini hanya sebuah mainan yang diminta Nona Muda saat bertemu dengan Tuan Reinhard beberapa waktu yang lalu. Ini adalah buatan tangannya Tuan Reinhard sendiri,” terang Shem lalu memberikan kota tersebut kepada Agata. “Baiklah, nanti kalian bisa bertemu sore hari. Aku akan meminta anak buah tunanganku untuk membawa Liza ke Zurich. Sekarang aku pamit, Shem dan Tuan Peter. Setelah, kamu memberikan kado itu apa rencanamu selanjutnya, Shem?” tanya Agata ingin memastikan sesuatu. “Kami akan segera bertolak ke Jerman, Nyonya. Karena, urusan kami sudah selesai,” jawab Shem sembari tersenyum. “Hem, baiklah. Sampai jump

