Wina terkejut melihat Ibnu berdiri di depan pintunya. Laki-laki itu mengulas senyum tipis, sementara Wina lebih suka menampakkan wajah tak acuh. Ia tak tahu, apa ia sudah siap bertemu dengan Ibnu setelah semua yang dibicarakan Felicia kemarin. "Boleh aku masuk?" tanya Ibnu saat melihat Wina hanya terdiam. "Gini, Nu. Aku lagi mau sendiri, boleh?" Wina bicara setelah menarik napas panjang. Ia tak ingin mood baik yang sudah terbangun karena kehadiran papanya dirusak oleh kehadiran Ibnu. "Kenapa?" "Nggak apa-apa." jawab Wina cepat. "Aku tahu kemarin Felicia nemuin kamu." kata Ibnu cepat. "aku mau jelasin semuanya." "Darimana kamu tahu?" "Aku tadi ketemu Made." Wina mengangguk lalu mempersilakan Ibnu duduk di halaman rumah. "Silakan, apa yang mau kamu jelasin sama aku."

