CHAPTER DUA PULUH ENAM

2227 Kata

Fabian sudah lupa kapan terakhir kali ia bangun siang. Semenjak bekerja, ia tak bisa semena-semena mengikuti naluri tidurnya yang sebenarnya kayak kebo. Selalu ada keriwehan setiap pagi semenjak Fabian bekerja. Kadang jam wekernya terus berdering sehingga Riri terpaksa mengetuk kamarnya berkali-kali karena Fabian tak juga bangun, dan tak juga mematikan jam weker sialan yang juga mengganggu jam tidur Riri. Intinya, Fabian bangun pagi kalau ada jadwal kepepet ngajar Ervan pagi. Itu sebelum jam bunyi juga dia pasti sudah bangun.   Selain tak terbiasa bangun pagi, hal lain yang membuat Fabian susah bangun pagi adalah karena ia sudah menghabiskan hampir seminggu pertama bekerja dengan lembur. Kemarin, ia bahkan baru keluar kantor jam sembilan malam.  Tapi toh ia tak juga ingin mengeluh, ia ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN