CHAPTER DUA PULUH TUJUH

4157 Kata

Jam menunjukkan pukul empat sore saat Fabian dan Elisa berhenti di sebuah lampu merah saat menuju kediaman Elisa. Elisa merogoh tasnya saat merasakan ponselnya bergetar.  Wina : El, jalan, yuk. BT nih.  Elisa : Ke mana?  Wina : Mall biasa aja ya, gue langung jalan nih.  Elisa : Kita berdua doang?  Wina : Iya, Made nggak bisa, ada janji sama temannya, Lala katanya mau kelonan seharian sama masnya.  Elisa : Yasudah. Kamu nunggu di mana?  Wina : Nanti gue kabarin lg.  Elisa melirik Fabian yang tengah serius menatap jalanan di depannya.  "Turunin aku di halte terdekat aja."  "Lho kenapa?" Fabian menoleh kearah gadis di sebelahnya.  "Aku mau ketemu Wina dulu."  "Di mana? Biar aku antar. "Ndak usah. Aku ndak buta jalan." Kata Elisa.  "Nggak apa- apa. Kebetulan aku nggak punya kegia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN