CHAPTER DUA PULUH DELAPAN

1930 Kata

Elisa duduk di balkon kamarnya, menatap Fabian dan Ervan yang tengah belajar di gazebo. Ia menyeruput teh tawarnya, lalu menatap sosok Fabian yang duduk membelakanginya.  Omongan aku memang suka bercanda, tapi hati aku serius.  Kata-kata itu tiba-tiba kembali terlintas dipikirannya. Sudah dua bulan sejak kalimat itu keluar dari mulut Fabian, sudah dua bulan sejak ia meninggalkan kamar Fabian tanpa memberikan jawaban apapun. Entah apa yang ada dipikirannya saat itu, selepas kalimat itu terlontar dari mulut Fabian, ia hanya menggeleng lalu berdiri, dan keluar dari kamar laki-laki itu tanpa sepatah katapun.  Laki-laki itu tak mengejar, memanggilnya pun tidak, bahkan mungkin laki-laki tak beranjak dari tempat duduknya saat itu. Setelahnya, tak pernah ada pesan masuk dari laki-laki itu, ia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN