"Elisa beneran mau dinikahin?" Tanya Lala pada Wina dengan tatapan tak percaya. Wina tampak berpikir sebentar lalu mengangkat bahu. "Yaahh... Kasian Fabian dong." Lala mengaduk-aduk es jeruknya. Mereka ada di kantin kampus, membicarakan Made dan Fabian yang tengah diuji kisah percintaannya. "Gue sebenarnya nggak nyangka banget kalau cewek yang selama ini disembunyiin Made itu, Ira." Kata Lala. "Sama, gue juga. Dari sekian banyak cewek, kenapa bisa nyangkut di Ira, ya? Padahal mereka kan ketemu sekali doang pas acara lamaran lo." "Yah, mungkin emang udah jodohnya kali." Lala menyesap minumannya. Keduanya mendadak terdiam saat Made tiba-tiba hadir diantara mereka. Ia duduk tepat di samping Wina. "Kok pada diem?" Made menatap Wina dan Lala bergantian. "Lo baik-baik aja, Mad?"

