CHAPTER DUA PULUH EMPAT

1911 Kata

Wina keluar dari mobil lalu berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.   "Lo kayaknya udah terbiasa banget ya lihat Fabian di rumah lo." Kata Wina saat melihat motor Fabian terparkir di garasi rumah Elisa yang terbuka. Made dan Lala melirik Elisa yang langsung menghela napas pasrah.  "Dia itu lagaknya sudah seperti yang punya rumah. Datang seenak udel, ndak tahu waktu." Kata Elisa lalu berjalan mendahului yang lainnya.  Ketiganya tertawa lalu mengekor di belakang Elisa yang mulai memasuki rumah.  "Assalamualaikum." Sapa Elisa, diikuti yang lainnya.  "Waalaikumsalam." Ibuk Elisa keluar dari ruang baca dan tersenyum pada Elisa dan yang lainnya.  "Wis mulih to nduk." Kata wanita paruh baya itu sambil mendekat. "Sudah pada makan belum? Biar ibuk minta simbok siapakan makan."  "Kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN