"Coba aja tanya sama mas Damar, ada lowongan nggak di kantornya." Kata Riri setelah selesai mendengar keluhan adiknya mengenai susahnya mencari pekerjaan. "lagian kenapa tiba-tiba pengin kerja sih. Skripsi sana urusin yang benar, senang banget kayaknya kalau gue diomelin teh Rara." "Tiba-tiba iri sama teteh. Udah punya rumah, udah punya mobil, udah punya penghasilan sendiri. Lah Bian?" "Makanya hidup jangan kebanyakan foya-foya." "he-uh. Nyesel aing." Fabian menggaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal. Ia sudah harus mulai memikirkan masalah keuangannya. Mulai berhemat dan meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu. "Bulan ini Bian keluar dari kosan deh. Balik ke sini aja lagi." "Kepala kamu habis kejedot apa sih?" Riri kebingungan. *** Raka mengetuk-ngetuk pintu rum

