11. Sabar Pandu

1291 Kata

SETELAH TIADA, BARU TERASA 11 Aku menatap sendu raut Bening yang terlelap di pelukan Ibu. Sudut matanya masih basah. Tubuhnya sesekali bahkan masih berguncang oleh sisa tangis yang tadi dia tahan. Akhirnya Bening terlelap kembali setelah puas menangis, tetapi tidak mau Ibu lepaskan. Hatiku sungguh nelangsa menyaksikannya. Aku merasa manusia paling jahat sedunia. Ibu mengusap air mata Bening yang masih tersisa di sudut mata dan pipinya penuh kasih. Beliau memerlakukan Bening seolah dia masih belia. Beruntung ada Ibu. Ada yang menjadi sosok pengayom Bening. Apa jadinya jika Bening terus sendiri. Tanganku terangkat, memberanikan diri untuk mengusap dahi Bening, merapikan beberapa helai rambutnya yang berantakan menutupi wajahnya. Dia berjengit ketika jari kasarku mengenai kulitnya. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN