12. Sesak

1176 Kata

SETELAH TIADA, BARU TERASA 12 "Maaf." Bibir Bening bergetar meminta maaf setelah semua isi perut yang menyebabkan mual keluar. Dia menatapku takut. Aku menghela napas panjang, "Tidak apa-apa, Sayang. Sudah selesai apa masih mau muntah?" tanyaku lembut. Tidak mungkin aku tega marah padanya. Dia muntah karena mengandung anakku. Apalagi kondisinya yang demikian. Wajahnya pucat dan tubuhnya bagaikan lunglai. Untuk berdiri saja limbung dan harus kutopang. Belum lagi keringat dingin yang membanjiri pelipisnya, membuat kondisinya terlihat begitu memprihatinkan. "Sudah," sahutnya lemah. "Kalau sudah duduk lagi, ya." Aku memapahnya kembali ke atas tempat tidur, membantunya duduk seperti sebelumnya. Terdapat sisa muntahan di sudut bibirnya. Aku segera mengambil tisu dan membersihkan. "Kamu tun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN