SETELAH TIADA, BARU TERASA 26 Dahiku mengernyit, menatap Arunika penuh curiga. Mengapa dia seperti tidak terima ketika kukatakan pelaku tabrak lari kedua orang tua Bening tidak berperasaan layaknya psikopat berdarah dingin? Apakah dia pelakunya? Atau mungkin orang-orang terdekatnya? "Apa kamu tidak berpikir hal yang sama, Runi?" Aku bertanya hati-hati. Mood gadis di hadapanku ini tiba-tiba terlihat tidak baik-baik saja. Jika salah bicara, bisa jadi dia akan sangat marah dan aku tidak bisa mengorek informasi lebih lanjut. "Berpikir hal yang sama bagaimana maksud kamu?" Dia balik bertanya dengan ekspresi ketus. "Berpikir kalau pelaku tabrak lari orang tua Bening itu tidak berperasaan. Apalagi namanya kalau bukan tidak berperasaan? Meninggalkan jasad korbannya di pinggir jalan begitu saja

