23. Terpaksa

1168 Kata

SETELAH TIADA, BARU TERASA 23 "Bisa, Sayang." Aku membalas pesan Bening cepat. "Terima kasih," balasnya. "Sama-sama. Ada pesan lain?" "Enggak ada." "Itu aja?" "Iya." "Benaran cuma itu?" "Iya. Nanti banyak-banyak repot. Badan, Mas, masih sakit." Aku tersenyum ringan. Bening peduli kondisiku. "Enggak apa-apa, Sayang. Enggak repot. Bisa, kok, pelan-pelan." "Aku mau anggur hijau." "Oke. Masih ada lagi?" "Sudah cukup." "Yakin?" "Iya." "Ya, sudah. Mas, jalan dulu. Ini kebetulan sudah mau pulang." "Hati-hati." "Iya, Sayang." Aku men-starter sepeda motorku, lalu mulai menjalankannya. Bibirku rasanya enggan untuk berhenti tersenyum. Serasa mimpi saja mendapat pesan dari Bening. Saking bahagianya rasanya aku ingin bersorak kencang, jika tidak ingat saat ini berada dimana. Tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN