SETELAH TIADA, BARU TERASA 24 Begitulah, kepercayaan yang telah ternoda, memang sulit untuk digapai kembali. Ini sudah peraturan alam. *** Kira-kira tiga atau empat suapan, Bening menutupkan tangan ke mulutnya. Meskipun sedang fokus sarapan, ekor mataku dapat menangkap pergerakannya. "Kenapa, Sayang?" tanyaku khawatir. Dia menggeleng cepat. Namun, ekspresinya menunjukkan jika kondisinya tidak baik-baik saja. "Mual?" tebakku. Bening tidak menjawab, melainkan memundurkan kursinya dengan cepat lalu melangkah tergesa menuju kamar mandi. Tentu saja dia muntah lagi. Kondisinya masih belum stabil. Setiap apa yang dimakannya lebih banyak dikeluarkan kembali. Lekas aku beranjak menyusulnya ke kamar mandi. Tangan kasarku lantas mengusap tengkuknya pelan. "Mual, Sayang?" tanyaku lagi. Aku

