Nggak Jadi Benci

1229 Kata

Suasana tiba-tiba saja menjadi canggung, setelah melewati semuanya, mereka kini hanya melempar senyum dan Juna malah tertawa kecil. Menertawakan dirinya sendiri yang sulit sekali menahan diri saat berada di dekat Maya. Juna merasa Maya sudah halal untuknya, harusnya tidak ada penghalang apapun lagi bagi mereka untuk melakukan semuanya. "Makasih udah ngizinin,” ucap Juna sambil mengusap kepala Maya yang masih terlapis jilbab. "Siapa yang ngizinin? Kan belum bilang boleh tadi." Maya menyangkal, padahal dia juga cukup bahagia, tapi tak ingin terlihat oleh Juna. Malunya bukan main. "Tapi kamu nggak ngelarang dan menghentikan aku juga kan? Itu artinya apa?" Juna juga tak mau disalahkan. Mereka masih di posisi yang sama seperti beberapa menit lalu, Maya terpojok di sudut lemari. "Mas, ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN