Maya sudah mandi, sudah bersih dan wangi dan tentu sudah memakai pembalut yang di beli suaminya. Dia sedang membalur lotion di lengan dan betisnya tanpa peduli ada suaminya di sana. Wangi body lotion menyeruak sampai ke hidung Juna yang kini tengah mengamati pergerakannya. Apalagi saat Maya menyingkap gamisnya hingga betis mulusnya terlihat. Sungguh menggoda iman, sayangnya hanya bisa di lihat. Juna geleng-geleng kepala. Menetralkan pikirannya. "Ayo kita sarapan di bawah?!" Ajak Juna. "Kita kapan pulang kerumah, Mas?" Maya justru mengajukan pertanyaan lain. "Sore ini." Sahut Juna. "Oke." Jawab Maya penuh semangat. "Hei sayang, kamu belum jawab pertanyaan aku." Juna mendekati Maya yang tengah membuka lilitan handuk di kepalanya, rambutnya tergerai, masih setengah basah. Sepertinya

