Sampai di kamar, mereka melanjutkan percakapan mengenai pindah rumah. Karena istrinya terlihat ragu, Juna paham apa yang sedang di pikirkan Maya. "Kamu boleh ajak Ibu kok kalau belum siap jauh dari Ibu." Saran Juna. Lalu dengan mata berbinar, Maya menoleh "boleh kah Mas?" Juna mengangguk, "boleh banget." Ponsel Maya berdering di tengah-tengah pembicaraan mereka, Maya langsung beralih ponselnya karena berharap itu ibunya dan ternyata benar. "Ibu... Assalamualaikum.” cukup semangat gadis itu menyambut. "Ya... waalaikumsam, maaf ibu nggak ngabarin kamu takut mengganggu. Seminggu lagi Ibu balik ya, nikahan Mbak Shinta." Jelas Ibunya di seberang sana. "Iya Bu... Em... Ibu, mau nggak misalkan ikut tinggal dengan Maya di rumah baru?" Maya langsubg menanyakan hal itu. "Wah, gimana y

