Sah

1421 Kata

Besok, adalah hari yang paling Maya hindari. Jika Juna cukup menanti hari esok, Maya justru berharap waktu berhenti berputar. Dia masih saja menangis di kamarnya, padahal besok pagi-pagi sekali, dia harus sudah berada di hotel karena akad nikah akan di selenggarakan pagi hari. Segala hal yang berkaitan dengan KUA sudah beres, tentu saja di urus oleh Juna. Dan Maya tinggal menandatangani saja. "Udahlah Nak, ini udah menjadi takdirmu, ibu yakin Juna bisa jadi suami yang baik untuk kamu." Bu Minah memberinya semangat. Bertahun-tahun bekerja di rumah keluarga ini, Bu Minah sudah hafal bagaimana sifat anak bungsu Pranaja. Dia yang paling baik, sopan dan kelakuannya tidak aneh-aneh. Berbanding terbalik dengan Wira yang sering membuat Nyonya pusing dan sakit kepala. "Tapi besok setelah akad d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN