Tiga hari tiga malam Maya menangisi nasibnya, dan selama tiga hari itu juga dia tak bertemu dengan Juna. Tapi untuk hari ini, dia harus keluar kamar dan keluar rumah untuk kepentingan pernikahannya yang akan di selenggarakan besok lusa. Mata Maya yang sembab jelas terlihat. Wini dan Nyonya besar sudah menunggunya di ruang tamu. Mereka akan pergi ke butik untuk fitting baju akad dan resepsi. Sebuah kenyataan mengejutkan bagi Maya bahwa dia akan menjadi pengantin dalam hitungan hari. Maya tampil sederhana dan apa adanya, mengenakan gamis bermotif bunga-bunga halus, kerudung paris polos berwarna senada dengan bajunya. Dia keluar sambil memegang tas selempangnya. Wajahnya masih saja di tekuk. Rasanya dia malu untuk menatap dunia, sejak kejadian gila yang di sebabkan oleh tuan muda kejam. Pok

