"Buka pintunya!!" Titah sang Ibu saat tahu siapa yang datang mengetuk pintu. Seketika Bu Minah menggeser posisi Maya, dan dia yang kembali membukakan pintu untuk Juna. "Ibu maafkan saya." Juna langsung mengubah panggilannya, biasa dia menyebut wanita paruh baya itu dengan sebutan Bibi. "Maaf kan saya Bu. Saya janji akan menikahi Maya." Sekali lagi, Juna berpikir. Akting harus maksimal, begini ya ternyata jadi pemain Drama. Saat merasa calon mertuanya itu belum memberi respon, dia pun berlutut. Menurutnya, akting nggak boleh setengah-setengah. Semua harus terlihat maksimal dan sungguh-sungguh. "Ya ampun, tuan muda nggak perlu begini." Bu Minah mencegah majikan muda yang sebentar lagi menjadi menantunya itu untuk berlutut. Merasa tak pantas karena Juna adalah majikan, untuk apa harus

