Melamar dengan Baik

1035 Kata

Maya menuruni anak tangga dengan air mata yang masih berderai, dan cepat-cepat berlari menuju kamarnya. Tapi ternyata kenyataan lain telah menunggunya di dalam kamar. Ibunya di sertai kemarahan yang memuncak. Wanita paruh baya itu langsung menutup dan mengunci pintu kamar begitu mendapat anak gadisnya masuk ke dalam kamar. "Ibu..." Plak Sama halnya dengan Juna, Maya pun keadaannya kini seperti ibarat, sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah di katai perempuan penggoda oleh Nyonya, kini Ibu juga menamparnya cukup keras seperti sedang memberi pelajaran padanya. "Malu-maluin!!" sentak ibu. Tak pernah ibunya semarah ini. Ternyata kehebohan yang terjadi di atas, juga sudah sampai ke bawah. Terutama untuk kalangan pekerja di rumah itu. "Ibu... Sumpah, demi..." Plak. Belum selesai Maya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN