Maafkan aku terpaksa memanfaatkan kamu dalam keadaan begini. Suara Juna di dalam hati, dia masih menahan Maya agar tak bisa kemanapun. Tanpa Juna sadari, Maya sudah cukup ketakutan dan meneteskan air mata. Juna tahu pintu belum di tutup, dan dia memang sengaja. Lilitan handuk yang dia buka pun ada celana pendek di dalamnya. Dia belum segila itu, dia nggak akan merusak Maya dengan cara yang nggak baik seperti ini. Tapi bagaimanapun dia adalah lelaki normal yang memiliki gairah jika sedang berdekatan dengan seorang wanita seperti ini, apalagi wanita itu adalah wanita yang dia sukai. Maya terlihat sangat cantik dilihat dari atas seperti ini, hampir membuatnya benar-benar khilaf. Dua tangan Juna masih betah menahan tangan Maya. "Astaghfirullah'aladzim... ya Allah.... salah apa aku punya an

