“Ada apa, Bang?” tanya Yumna ketika melihat suaminya melamun usai menikmati makan malam mereka. Adrian langsung tersentak dari lamunannya, “Ah, tidak ada apa-apa, Sayang.” Yumna menyentuh lembut lengan kiri Adrian, “Bang, jangan bohong … Abang pasti memikirkan sesuatu’kan? Abang pasti sedang memikirkan mama ya?” Adrian tersenyum, “Mama sudah makan belum ya? Biasanya setiap malam, aku yang menemani mama makan malam. Dulu ketika mendiang papa ada, kami selalu makan malam bertiga. Mama sangat bahagia melayani kami. Namun setelah papa pergi, mama kelihatan sedikit murung. Aku tidak bisa bayangkan, mama pasti sangat sedih malam ini.” Yumna yang berniat menyelesaikan suapan terakhirnya, tiba-tiba saja kembali meletakkan makanannya ke atas meja. “Maafkan aku, Bang,” ucap Yumna. “Maaf, untu

