Yumna mulai menata barang belanjaannya ke dalam lemari pendingin. Ia cukup kagum dengan rumah Adrian yang saat ini sudah jadi rumahnya juga. Rumah yang cantik dengan dapur yang bersih dan nyaman. Semua perabotan yang dimiliki Adrian juga tergolong mode terbaru yang canggih. Semuanya benar-benar sudah lengkap, seperti yang dibutuhkan oleh ibu rumah tangga pada umumnya. Adrian memerhatikan istrinya itu. Yumna tampak sangat memesona saat ini. Hasrat Adrian untuk segera bisa mendekap Yumna sudah tidak bisa dibendung lagi. Pria itu pun mendekat lalu tiba-tiba saja memeluk Yumna dari belakang. “Astaghfirullah …” Yumna kaget ketika mendapatkan pelukan yang begitu tiba-tiba dari Adrian. “Maafkan abang, Na. Abang tidak mampu lagi menahannya,” lirih Adrian. Pria itu menyandarkan dagunya di bahu Y

