Pamit Pada Keluarga Harun

1566 Kata

Kota Padang, kediaan Harun. Untuk pertama kalinya Adrian berada di rumah Harun di pagi hari. Ikut duduk di salah satu kursi makan dan berada satu meja dengan Harun, Nadia, Yumna dan saudara Yumna lainnya. Biru pun ikut bergabung di sana bersama mereka. “Om, nanti siang Rian izin membawa Yumna ke rumah kami. Insyaa Allah mulai malam ini, kami akan tinggal di sana,” ucap Adrian usai menikmati sarapan lezat di rumah itu. “Apa? Kak Yumna mau pindah?” Terdengar suara kaget dari bibir Bulan. “Iya, Dek. Sekarang kak Na sudah menikah dan kak Na harus ikut sama suami. Tapi walau gitu, Bulan, kak Jingga, Om Harun, Tante Nadia, Bintang dan bang Biru boleh kok main ke rumah kapan saja. Kak Na sendiri juga bolehkan ke sini kapan pun yang kak Na inginkan?” tanya Yumna. “Tentu saja boleh, Nak. Kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN